Kabar Provider – Axis, Telkomsel dan XL yang terus berinovasi, dan suntikan untuk Smartfren

Axis, Telkomsel dan XL dikabarkan terus berlomba membuat terobosan baru untuk merebut hati calon-calon pelanggan di Indonesia. Sementara Smartfren mendapat suntikan dari stakeholder baru yang nilainya mencapai 1 triliun rupiah.


Telkomsel memilih Nokia Siemens Networks untuk layanan Customer Experience Management (CEM) nya. Dengan kerjasama ini, Telkomsel berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan nya, dengan pemantauan yang lebih real time terhadap kepuasan pelanggan nya. Dari sisi performance, Telkomsel sudah menggandeng Erricsson dan Akamai untuk mengimplementasikan sistem baru yang dikenal sebagai Mobile Cloud Accelerator (MCA) yang digadang-gadangkan mampu meningkatkan performance Internet-an di mobile device hingga 70%. Telkomsel sendiri akan menjadi perusahaan pertama yang mengimplementasikan sistem ini. Tapi walaupun gemar melakukan terobosan, Telkomsel masih tetap berjuang mempromosikan T-Cash dan Tap-Izzy yang tampaknya masih belum di-respon oleh pasar sesuai harapan.
AXIS baru-baru ini meresmikan Service Operations Center (SOC) untuk memonitor jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah jangkauan nya. Dengan SOC ini, diharapkan tim teknis tetap bisa mendapatkan dukungan penuh di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat. Provider ini memang terus mengkampanyekan perluasan jaringan HSPA+ nya, dan dengan kampanye baru nya “AXIS makin dekat dengan rakyat”, diharapkan makin banyak calon pelanggan yang melek HSPA+, sehingga pangsa pasar AXIS pun akan semakin berkembang.
XL Axiata memilih Huawei sebagai mitra untuk mengurus jaringan telekomunikasi mobile nya. Keduanya sudah menandatangi kontrak kerjasama untuk 7 tahun ke depan. Sebagai bagian dari perjanjian, 1.200 karyawan XL akan dipekerjakan di Huawei.
Sementara Smartfren mendapatkan stakeholder baru yaitu PT Dian Swastatika Tbk (DSSA), yang membeli 15.4% saham Smartfren seharga 1 triliun rupiah. Stakeholder baru ini masih berada dalam grup Sinar Mas, sama dengan 3 stakeholder yang lain. Sementara 31% saham Smartfren dimiliki publik dan sisanya dikuasai oleh perusahaan Dubai, Jerash Investment Ltd.

Opini saya : AXIS dan Telkomsel sepertinya menjadi dua ISP yang paling getol melakukan terobosan di tahun 2012 ini. XL Axiata sendiri menurut saya sangat tepat ber-mitra dengan Huawei, salah satu raksasa baru di industri telekomunikasi. Apakah kerjasama ini bakal membuat XL menjadi kuda hitam tahun ini? Sementara Smartfren sepertinya masih sibuk membenahi internal mereka, setelah pencapaian yang kurang bagus di 2011 lalu.

About erlanggahasto

An application architect who tends to create something so smart it won't need the creator anymore

Posted on 29 Februari 2012, in Service Provider and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: